Puluhan Warga Jala Ikan di Waduk Cipancuh yang Surut Akibat Kemarau Panjang

PASUNDANEKSPRES.ID - Puluhan warga memadati area Waduk Cipancuh di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Minggu (2/8/2026) pagi.
Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka terlihat turun langsung ke genangan air yang tersisa untuk menjala ikan setelah permukaan air waduk mengalami penyusutan akibat kemarau panjang.
Surutnya debit air membuat sebagian besar dasar waduk tampak mengering dan berlumpur. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk mencari ikan yang masih berada di genangan air menggunakan jala dan alat tangkap sederhana.
Sejumlah warga mengaku memanfaatkan momen tersebut untuk memperoleh ikan yang nantinya akan dijual kembali sebagai tambahan penghasilan. Sementara sebagian lainnya memilih membawa hasil tangkapan pulang untuk dikonsumsi bersama keluarga.
Aktivitas menjala ikan berlangsung di beberapa titik waduk. Dari kejauhan terlihat puluhan orang menyebar di area genangan air, sementara hamparan dasar waduk yang mengering menjadi gambaran dampak kemarau yang masih melanda wilayah tersebut.
Fenomena seperti ini kerap terjadi saat musim kemarau berkepanjangan menyebabkan debit air waduk menurun. Selain mengubah kondisi waduk, penyusutan air juga dimanfaatkan masyarakat sebagai kesempatan untuk mencari ikan yang lebih mudah dijangkau.
Meski harus berjalan di atas lumpur yang licin dan membawa peralatan seadanya, antusiasme warga tidak surut. Mereka tampak saling menyebar untuk mencari titik-titik yang masih menyimpan ikan.
Sesekali terdengar sorak gembira ketika jala yang ditebarkan berhasil mengangkat ikan dalam jumlah cukup banyak. Jenis ikan yang berhasil ditangkap di antaranya ikan nila, mujair, dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya yang memang selama ini hidup di waduk tersebut.
Warga berharap hasil tangkapan yang diperoleh dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Selain menjadi sumber penghasilan tambahan, kegiatan tersebut juga menjadi alternatif memanfaatkan kondisi waduk yang tengah surut akibat kemarau panjang.
Di sisi lain, penyusutan debit air Waduk Cipancuh juga menjadi perhatian masyarakat karena waduk tersebut memiliki peran penting sebagai sumber air irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.
Jika musim kemarau terus berlangsung tanpa adanya hujan dalam waktu dekat, dikhawatirkan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian akan semakin berkurang dan berdampak terhadap produktivitas lahan di wilayah Kecamatan Gantar dan sekitarnya. (ALAZIS)
