6 Fakta Unik Gunung Sanggabuana, Satu-satunya Gunung Tertinggi di Karawang Jawa Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Gunung Sanggabuana terletak di wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Secara administratif, gunung ini berada di Kecamatan Tegalwaru, Karawang, serta Tanjungsari, Jonggol.
Dengan ketinggian mencapai 1.291 meter di atas permukaan laut, Gunung Sanggabuana menjadi gunung tertinggi sekaligus satu-satunya yang dimiliki Kabupaten Karawang.
Lokasinya berada di perbatasan empat kabupaten, yakni Karawang di utara, Purwakarta di timur, Cianjur di selatan, dan Bogor di bagian barat.
Mengutip dari laman Gunung Bagging pada Rabu, 23 Oktober 2025, Gunung Sanggabuana cukup dikenal oleh masyarakat sekitar.
Banyak warga desa yang datang untuk berdoa di lerengnya, bahkan tersedia papan petunjuk menuju gunung ini yang terletak di bawah Jembatan Badami.
Masih banyak fakta unik dari Gunung Sanggabuana selain ketinggian dan lokisanya, berikut 6 fakta unik Gunung Sanggabuana yang dirangkum tim Pasundan Ekspres.
6 Fakta Unik Gunung Sanggabuana
1. Diusulkan Jadi Hutan Lindung
Sekarang ini, kawasan hutan di Gunung Sanggabuana masih berstatus sebagai hutan produksi.
Namun, ada rencana untuk menjadikannya hutan lindung agar kerusakan alam di wilayah ini tidak makin meluas.
Gunung Sanggabuana sendiri terpisah dari Pegunungan Jonggol oleh Sungai Ci Beet, sementara secara geologi, gunung ini termasuk dalam Formasi Jatiluhur.
Hutan di sekitar Gunung Sanggabuana masih terlihat cukup alami dan terawat.
Saat mendaki, kamu bisa melihat pepohonan besar menjulang puluhan meter tinggi, bahkan ada yang diameternya sebesar truk!
Salah satu jenis pohon yang tumbuh liar di sini adalah pohon kemenyan.
2. Jalur Pendakian Gunung Sanggabuana
Kalau kamu mendaki lewat jalur Karawang, siap-siap menempuh jalur yang cukup menantang, terjal tapi jelas dan cepat.
Biasanya, waktu tempuh menuju puncak sekitar 6–7 jam.
Di awal pendakian, kamu akan melewati area sawah warga dengan pemandangan deretan bukit yang indah.
Setelah itu, kamu akan sampai di Kampung Situ, desa kecil terakhir sebelum masuk ke hutan, yang hanya dihuni beberapa keluarga saja.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Kampung Cipeuteuy menuju Desa Mekar Buana (381 mdpl).
Di sinilah tempat paling pas buat parkir motor dan mulai mendaki.
Dari sana, ikuti jalur setapak di sisi kanan yang melewati area pertanian dan kebun kopi.
Nanti kamu akan menemukan sebuah warung kecil di ketinggian sekitar 509 mdpl, tepat di persimpangan menuju Puncak dan Kebon Jambe.
Kalau tujuannya ke puncak, pastikan kamu ambil jalur ke kiri, ya!
3. Basecamp dan Tempat Pendaftaran
Dulu, sekitar tahun 2010, Gunung Sanggabuana sudah punya basecamp sendiri di Kampung Cipeuteuy (141 mdpl).
Di sini pendaki biasanya mendaftar dan mencari pemandu sebelum naik gunung.
Namun, sejak tahun 2020, loket tiket dan titik pendaftarannya dipindah ke jalur setapak menuju gunung agar lebih mudah diakses.
4. Punya Wisata Air Terjun yang Menarik
Selain mendaki, kawasan Gunung Sanggabuana juga punya banyak air terjun yang nggak kalah menarik buat dikunjungi.
Daerah ini sebenarnya masih cukup tersembunyi, padahal jaraknya nggak terlalu jauh dari Jakarta.
Beberapa air terjun populer di sekitar sini antara lain Curug Cikoealngkak (dikenal juga sebagai Curug Bandung) dan Curug Cigentis yang jadi favorit wisatawan lokal.
Supaya bisa menikmati suasana yang tenang, datanglah pagi-pagi atau pas hari kerja.
Oh ya, jalur menuju curug berbeda dengan jalur menuju puncak, jadi pastikan kamu tahu rute yang benar sebelum berangkat.
5. Ramai Peziarah dan Pengunjung
Menariknya, Gunung Sanggabuana juga sering dikunjungi oleh para peziarah.
Saat menuju puncak, pendaki akan melewati sebuah pancuran bernama Pancuran Kejayan.
Di sekitar pancuran ini ada bangunan kecil yang biasanya dipakai warga untuk berjualan saat banyak peziarah datang.
6. Lokasi Berkemah yang Asyik
Buat kamu yang suka camping, Gunung Sanggabuana punya beberapa spot keren di ketinggian sekitar 836 mdpl dan 1.039 mdpl.
Medannya agak curam, tapi pemandangannya luar biasa, apalagi di bagian punggung bukit yang sejuk dan dikelilingi pepohonan rindang.
Selain jadi tempat wisata dan pendakian, Gunung Sanggabuana juga digunakan sebagai lokasi latihan TNI Kostrad.
Area latihannya cukup luas, sekitar 500 hektar, dan sudah dibangun sejak tahun 1999 hingga rampung pada 2001.
Nah jadi itulah 6 fakta unik Gunung Sanggabuana.
(dbm)
