Jangan Salah Lagi, Ini Urutan Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir

PASUNDANEKSPRES.ID - Bagaimana urutan ibadah haji yang perlu dipahami sebagai hal utama sebelum berangkat ke Tanah Suci? Setiap tahap dalam ibadah ini memiliki waktu, tempat, serta tata cara yang sudah ditentukan dalam syariat Islam.
Tanpa pemahaman yang baik, rangkaian ibadah dapat terasa berat karena setiap proses memiliki aturan tersendiri yang harus dijaga sejak awal hingga akhir.
Pelaksanaan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga rangkaian ibadah yang penuh makna spiritual. Setiap jamaah menjalani proses yang sama, dimulai dari niat hingga kembali dalam keadaan telah menyelesaikan seluruh rukun haji.
Urutan Ibadah Haji Lngkap
Berikut rangkaian urutan ibadah haji yang perlu dipahami secara runtut:
1. Ihram dari Miqat
Tahap awal dimulai dari miqat, yaitu batas wilayah yang telah ditentukan. Jamaah mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat untuk memulai ibadah haji.
Laki-laki memakai dua helai kain tanpa jahitan, sedangkan perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat. Sejak masuk ihram, berbagai larangan berlaku seperti memotong rambut, kuku, dan perilaku tertentu hingga tahapan berikutnya.
2. Wukuf di Arafah
Urutan ibadah haji yang paling penting adalah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan. Tahap ini menjadi inti haji karena tidak sah ibadah haji tanpa wukuf. Suasana di Arafah identik dengan ketenangan dan doa tanpa henti.
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah dari Arafah, jamaah menuju Muzdalifah untuk bermalam. Di tempat ini dilakukan shalat Maghrib dan Isya secara jamak, sekaligus mengumpulkan batu kerikil untuk ritual berikutnya.
Malam di Muzdalifah menjadi bagian dari urutan ibadah haji yang penuh kesederhanaan.
4. Lempar Jumrah Aqabah di Mina
Urutan ibadah haji berlanjut ke Mina dengan melempar tujuh batu ke jumrah Aqabah. Ritual ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan. Proses ini menjadi awal rangkaian Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah.
5. Tahallul Awal
Setelah jumrah Aqabah, jamaah melakukan tahallul awal dengan mencukur atau memotong rambut. Laki-laki dianjurkan mencukur habis, sementara perempuan cukup memotong sebagian kecil rambut. Pada tahap ini sebagian larangan ihram mulai dilepaskan.
6. Tawaf Ifadhah
Lalu, dilanjutkan dengan tawaf ifadhah di Masjidil Haram. Jamaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Tawaf ini menjadi rukun penting yang menandai puncak ibadah haji setelah wukuf.
7. Sa’i antara Safa dan Marwah
Setelah tawaf ifadhah, jamaah melaksanakan sa’i sebanyak tujuh kali perjalanan antara bukit Safa dan Marwah. Rangkaian ini mengenang perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail.
8. Tahallul Kedua
Tahallul kedua dilakukan setelah sa’i. Semua larangan ihram telah berakhir dan jamaah kembali ke kondisi normal. Tahap ini menandakan hampir seluruh rangkaian ibadah telah selesai.
9. Mabit di Mina dan Lempar Tiga Jumrah
Jamaah bermalam di Mina pada hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Setiap hari dilakukan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam urutan ibadah haji yang menguatkan kesabaran dan keteguhan iman.
10. Tawaf Wada
Tahap terakhir adalah tawaf wada sebagai perpisahan dengan Ka’bah. Jamaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali sebelum meninggalkan Makkah. Momen ini sering berlangsung haru karena menjadi penutup seluruh rangkaian ibadah haji.
Jadwal Puncak Ibadah Haji 2026 (Rangkaian Armuzna)
Rangkaian puncak ibadah haji berlangsung dalam beberapa hari penting yang sudah terjadwal secara syariat dan mengikuti ketentuan pelaksanaan di Tanah Suci:
1. 8 Zulhijah 1447 H/25 Mei 2026 (Hari Tarwiyah)
Jamaah mulai bergerak dari Makkah menuju Mina untuk bermalam (mabit) sebagai persiapan menuju rangkaian utama haji.
2. 9 Zulhijah 1447 H/26 Mei 2026 (Hari Arafah)
Jamaah menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi inti dan puncak ibadah haji. Setelah itu dilanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam.
3. 10 Zulhijah 1447 H/27 Mei 2026 (Hari Raya Iduladha)
Jamaah menuju Mina untuk melaksanakan lempar jumrah Aqabah, dilanjutkan tahallul, kemudian tawaf ifadhah di Masjidil Haram.
4. 11–13 Zulhijah 1447 H / 28–30 Mei 2026 (Hari Tasyrik)
Jamaah bermalam di Mina dan melaksanakan lempar tiga jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) setiap harinya hingga selesai rangkaian Mina.
Itulah rangkaian dan urutan ibadah haji yang harus dipahami.
(pm)
