Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ketika Hidup Disetir Sosial Media, Seberapa Serem sih Pengaruhnya?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|21:31 WIB
Bagikan:
Ketika Hidup Disetir Sosial Media, Seberapa Serem sih Pengaruhnya?
Ketika Hidup Disetir Sosial Media, Seberapa Serem sih Pengaruhnya?

PASUNDAN EKSPRES- Akhir-akhir ini, sosial media dihebohkan dengan tren baru bertajuk "Marriage is Scary" atau dalam bahasa kita, "Menikah Itu Menakutkan."

Tren ini bikin banyak konten kreator sibuk memproyeksikan berbagai ketakutan orang tentang pernikahan, lengkap dengan frasa "Bayangin kalau...".

Padahal, seringkali mereka masih terlalu muda dan belum punya pengalaman menikah, tapi udah berani nyimpulin kalau pernikahan itu horor.

Nah, masalahnya, contoh-contoh yang mereka ambil kebanyakan hanya fokus ke sisi buruknya aja kayak KDRT, perselingkuhan, masalah finansial, dan sejenisnya.

Mereka enggak sadar kalau di luar sana banyak juga pasangan yang menjalani pernikahan dengan bahagia, harmonis, dan penuh cinta.

Hanya karena ada satu cerita buruk, bukan berarti semua pernikahan itu serem, kan? Tapi sayangnya, banyak yang keburu bikin konten tentang betapa menakutkannya menikah tanpa melihat realita secara utuh.

Reaksi netizen, terutama generasi muda kita, bervariasi. Ada yang jadi beneran takut nikah, takut punya pasangan, dan segalanya terasa menyeramkan.

Padahal, yang menakutkan bukan pernikahannya, tapi bagaimana sosial media membentuk persepsi yang enggak selalu sesuai kenyataan.

Bayangin aja, kamu jadi takut nikah hanya karena ngeliat konten dari anak-anak muda yang kebanyakan nonton drama pernikahan di TV.

Iya, kita gak bisa ngebohong kalau ada juga pernikahan yang berakhir dengan KDRT atau perselingkuhan.

Tapi, konten di sosial media kadang terlalu generalisasi, seolah-olah semua pernikahan itu bakal berakhir buruk.

Contohnya, ada konten yang viral dimana seorang cewek bilang nikah itu menakutkan karena dia bayangin harus nurunin gaya hidup karena cowoknya masih merintis.

Lha, kalau gak mau begitu, ya tinggal nikah sama cowok yang udah mapan, kan? Atau kalau enggak terima, ya jangan dipaksain.

Sebenarnya simpel, tapi sosial media sering banget melebih-lebihkan hal-hal kecil dan bikin seolah-olah itu masalah besar.

Sosial media sebenarnya udah kayak bubble yang kita buat sendiri. Kita menciptakan standar, dan kemudian kita sendiri yang terjebak di dalamnya.

Tren "Marriage is Scary" ini cuma satu contoh kecil dari bagaimana sosial media bisa bikin hal-hal yang sebenarnya biasa jadi tampak mengerikan.

Kita gak bisa mungkir kalau kehidupan kita berubah setelah pandemi COVID-19. Banyak interaksi yang dulunya offline, sekarang jadi serba online.

Istilah-istilah kayak "insecure", "overthinking", dan lainnya, muncul dan jadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Semua ini makin dipicu oleh sosial media yang saat itu jadi pelarian banyak orang.

Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, kita memang harus cerdas memilih mana yang harus dipercaya dan mana yang hanya sekadar tren.

Ingat, hidup kita ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan tren yang lewat di beranda sosial media kita. Jangan biarkan ketakutan yang diciptakan orang lain membentuk realita kita.

Mulailah lebih selektif dalam mengonsumsi konten. Fokus ke hal-hal yang memberikan manfaat dan jangan terlalu mudah terpancing oleh tren.

Ingat, hidup itu pilihan dan kamulah yang menentukan arahnya. Nikmati hidup sesuai standar kamu, bukan standar sosial media.

Gimana menurut kamu tentang tren "Marriage is Scary" ini? Tulis pendapat kamu di kolom komentar, ya!

Berita Terbaru

Tidak Memenuhi Standar Higiene, BGN Tutup Sementara 1.276 SPPG

Tidak Memenuhi Standar Higiene, BGN Tutup Sementara 1.276 SPPG

Nasional46 menit lalu
Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Subang1 jam lalu
10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional12 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta13 jam lalu
ADVERTISEMENT
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang13 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang13 jam lalu
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang13 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga14 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional14 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle15 jam lalu