Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Yamaha PG-1 Belum Dijual di Indonesia, Ini Alasan Resminya

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|19:43 WIB
Bagikan:
Yamaha PG-1 Belum Dijual di Indonesia, Ini Alasan Resminya
Yamaha PG-1 menarik perhatian berkat desain adventure, namun belum dipasarkan di Indonesia karena pertimbangan bisnis dan pasar. (Foto: Yamaha Vietnam)

PASUNDANEKSPRES.ID - Yamaha PG-1 menjadi salah satu model yang belakangan ramai diperbincangkan. Yamaha PG-1 menarik perhatian karena desainnya yang unik dan berbeda dari motor bebek kebanyakan, dengan sentuhan gaya adventure yang cukup kuat.

Meski popularitas Yamaha PG-1 terus meningkat, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih belum membawa motor ini ke pasar Indonesia. Padahal, Yamaha PG-1 sudah lebih dulu dipasarkan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Pasar Motor Bebek di Indonesia Kurang Mendukung

Salah satu alasan utama Yamaha PG-1 belum dijual di Indonesia adalah kondisi pasar yang kurang mendukung. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia, segmen skutik masih mendominasi pasar sepeda motor nasional.

Pada tahun lalu, skutik menyumbang sekitar 91,7% dari total penjualan motor baru. Sementara itu, motor bebek (underbone) hanya berkontribusi sekitar 4,46%, diikuti motor sport 3,51%, dan motor listrik yang masih di bawah satu persen.

Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap motor seperti Yamaha PG-1 di Indonesia relatif kecil dibandingkan skutik.

Strategi Bisnis Yamaha Jadi Pertimbangan Utama

Keputusan untuk menghadirkan Yamaha PG-1 tidak hanya berdasarkan tren atau viralitas semata. Yamaha mempertimbangkan banyak aspek, terutama dari sisi bisnis dan investasi.

"PG-1 di market demand moped-nya tinggi. Tinggi itu bisa dibilang 50:50 sama skuter. Itu memang hype. Semua moped di Indonesia itu berapa besar sih? Dari demand secara nasional yang sebesar itu, 3 unit (MX-King, Jupiter Z1, dan Vega Force) yang masih kita punya, kita rasa masih cukup," kata Rifkie.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Yamaha masih merasa lini motor bebek yang ada saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Investasi Besar Jadi Hambatan Peluncuran Yamaha PG-1

Selain faktor pasar, investasi juga menjadi alasan kuat Yamaha PG-1 belum dijual di Indonesia. Untuk menghadirkan model baru, dibutuhkan biaya besar yang tidak hanya mencakup produksi, tetapi juga promosi dan pengembangan ekosistem.

"Untuk membuka segmen atau pasar baru itu dibutuhkan investasi. Investasi itu bukan hanya: contoh produknya, tapi promosinya, ekosistemnya," kata Rifkie.

"Nah dari yang mungkin saya tahu kenapa dari saat sampai dan saat ini PG-1 belum diluncurkan di Indonesia atau tidak diluncurkan di Indonesia, ya karena tidak sesuai secara bisnis point of view," tambah dia.

Secara keseluruhan, Yamaha PG-1 memang memiliki daya tarik kuat dari sisi desain dan tren. Namun, Yamaha masih melihat bahwa pasar Indonesia belum cukup potensial untuk mendukung peluncuran motor ini dalam waktu dekat.

Dengan dominasi skutik yang sangat besar dan kebutuhan investasi yang tinggi, Yamaha memilih untuk menunda kehadiran Yamaha PG-1 di Indonesia hingga kondisi pasar dinilai lebih siap.

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional44 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang1 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional1 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat2 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta4 jam lalu