Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Korban Bertambah! 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Ini Penjelasan Lengkapnya

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|08:55 WIB
Bagikan:
Korban Bertambah! 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Ini Penjelasan Lengkapnya
Korban Bertambah! 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Ini Penjelasan Lengkapnya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kasus 5 peserta SPPI meninggal saat Latsarmil menjadi perhatian publik setelah Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bertambahnya jumlah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang wafat selama mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Hingga Senin 29 Juni 2026, tercatat lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia dalam rentang waktu pelaksanaan pelatihan. 

5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil

Perkembangan lima peserta SPPI meninggal saat Latsarmil memicu perhatian dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat, akademisi, dan anggota legislatif.

Pemerintah melalui Kemhan menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga peserta yang meninggal sekaligus memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan program akan dilakukan secara menyeluruh. 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan pihaknya menyampaikan duka cita atas meninggalnya para peserta SPPI yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial.

Menurut Kemhan, korban terbaru dalam kasus lima peserta SPPI meninggal saat Latsarmil adalah Nola Dya Sari yang dilaporkan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan penjelasan resmi, sebelum kondisinya menurun, peserta tersebut masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.

Ketika mengeluhkan sesak napas disertai badan panas, tim kesehatan satuan segera memberikan pertolongan dan merujuknya ke rumah sakit.

Meski telah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan. 

Sebelumnya, empat peserta lain dalam kasus lima peserta SPPI meninggal saat Latsarmil juga dilaporkan meninggal pada waktu dan lokasi pendidikan yang berbeda.

Berdasarkan keterangan Kemhan, masing-masing peserta memiliki kondisi medis yang berbeda, di antaranya cardiac arrest, heat stroke, komplikasi tuberkulosis, serta satu kasus yang masih didalami penyebab medisnya. 

Kemhan menegaskan seluruh peserta yang mengikuti program telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan dimulai.

Selain itu, ketika mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan, para peserta disebut langsung mendapatkan penanganan dari tenaga medis di satuan pendidikan sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila diperlukan. 

Kasus lima peserta SPPI meninggal saat Latsarmil juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan program.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan evaluasi akan mencakup seluruh tahapan kegiatan.

Apabila ditemukan adanya prosedur yang tidak dijalankan dengan benar atau terdapat unsur kelalaian, hal tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.

Di sisi lain, sejumlah anggota DPR turut meminta agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.

Mereka menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama sehingga standar kesehatan, pengawasan, dan mitigasi risiko perlu diperkuat pada pelaksanaan berikutnya. 

Meski demikian, pemerintah memastikan program pengembangan Koperasi Desa Merah Putih tetap berjalan dengan melakukan berbagai penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan aspek keselamatan, pelayanan kesehatan, serta kualitas penyelenggaraan pelatihan di masa mendatang. 

Hingga Senin 29 Juni 202, proses evaluasi terkait 5 peserta SPPI meninggal saat Latsarmil masih berlangsung.

Kemhan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan dan tenaga kesehatan guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai setiap kasus.

Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program SPPI dan Latsarmil agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline7 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat8 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta8 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle9 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang9 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta9 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta9 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang9 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang9 jam lalu