Pesawat Listrik Terbesar Dunia Sukses Terbang Perdana, Target Angkut Penumpang Mulai 2031

PASUNDANEKSPRES.ID - Era penerbangan listrik kembali mencatat tonggak penting. Pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, X1, resmi menyelesaikan penerbangan perdananya di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (12/8/2026).
Pesawat eksperimental yang dikembangkan startup asal Swedia, Heart Aerospace, itu lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh. X1 mengudara selama 27 menit dan berhasil mencapai ketinggian sekitar 335 meter di atas permukaan tanah.
Yang menarik, seluruh penerbangan tersebut diklaim menggunakan tenaga baterai. Heart Aerospace bahkan menyebut biaya listrik untuk penerbangan perdana X1 hanya sekitar US$5 atau setara Rp88 ribu.
“Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial,” ujar CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, dalam pernyataannya pada Kamis (13/8).
Diklaim Bisa Tekan Biaya Penerbangan
Keberhasilan penerbangan X1 tidak hanya menjadi pencapaian teknologi, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri penerbangan. Pesawat listrik dinilai memiliki potensi untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Forslund mengatakan teknologi tersebut berpotensi mengubah perekonomian maskapai penerbangan secara fundamental. Biaya energi yang lebih rendah dinilai dapat memberikan dampak terhadap harga perjalanan udara di masa depan.
Teknologi penerbangan listrik juga menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca.
Di tengah kenaikan biaya bahan bakar dan ketidakpastian geopolitik, efisiensi energi menjadi semakin penting bagi maskapai.
“Ini adalah visi kami untuk membuat perjalanan udara lebih terjangkau, lebih sering, dan lebih ramah lingkungan,” kata Forslund.
Bentang Sayap Lebih dari 32 Meter
X1 memiliki bentang sayap mencapai 32,3 meter dan mampu menopang berat maksimum sekitar 11.339 kilogram saat lepas landas.
Namun, X1 bukanlah pesawat yang nantinya akan membawa penumpang secara komersial. Pesawat tersebut merupakan platform eksperimental yang digunakan Heart Aerospace untuk menguji sekaligus menyempurnakan teknologi yang akan diterapkan pada ES-30.
ES-30 merupakan pesawat yang lebih besar dan diproyeksikan menjadi produk komersial Heart Aerospace. Pesawat tersebut ditargetkan mulai digunakan untuk penerbangan penumpang pada 2031.
Saat ini, pengembangan ES-30 dilakukan di Los Angeles, Amerika Serikat. Uji terbang perdana ES-30 dijadwalkan berlangsung pada 2028.
Air Canada dan United Airlines Ikut Mendukung
Proyek pesawat listrik Heart Aerospace juga mendapat dukungan dari sejumlah investor dan maskapai besar, termasuk Air Canada dan United Airlines.
Kedua maskapai menyatakan minat untuk memasukkan ES-30 ke dalam armada komersial mereka apabila rangkaian pengujian dan pengembangan pesawat tersebut berjalan sukses.
Chief Financial Officer Air Canada, John Di Bert, mengatakan transformasi energi di sektor penerbangan membutuhkan berbagai pendekatan, mulai dari peningkatan efisiensi operasional hingga penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan pengembangan pesawat generasi baru.
Sementara itu, CFO United Airlines Michael Leskinen menilai pesawat komersial bertenaga listrik memiliki potensi untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik sekaligus memperkuat sisi bisnis maskapai.
Penerbangan perdana X1 pun menjadi sinyal bahwa teknologi pesawat listrik mulai bergerak dari tahap konsep menuju pengujian dalam skala yang semakin besar. Jika pengembangan ES-30 berjalan sesuai rencana, tahun 2031 bisa menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan menuju penerbangan penumpang yang lebih hemat energi dan rendah emisi
