Ratu Anom Karatwan Galuh Pakuan Moderatori Seminar Internasional Kopi Kerinci 2026

KERINCI, JAMBI — Perjalanan kopi Kerinci dari kebun petani hingga menembus pasar internasional menjadi salah satu topik utama dalam Seminar Internasional yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Desa Batang Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Kamis (11/9/2026).
Seminar tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, investor hingga buyer internasional dari 11 negara.
Beragam isu dibahas dalam forum tersebut, mulai dari sejarah perdagangan kopi Kerinci, pasar internasional, teknologi blockchain dan traceability, hingga pentingnya storytelling serta pemahaman terhadap budaya konsumsi kopi di pasar global.
Seminar kembali dipercayakan kepada Ratu Anom Karatwan Galuh Pakuan, Bezie Galih Manggala, sebagai moderator.
Bezie memandu jalannya diskusi dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif. Suasana seminar pun berlangsung dinamis, dengan interaksi antara narasumber dan peserta yang tetap terjaga hingga acara berakhir.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Prof. Dr. Ir. Surip Mawardi, S.U., yang dikenal sebagai salah satu tokoh perkopian Indonesia, memberikan apresiasi secara spontan kepada Bezie dengan menyebutnya sebagai “Pimpinan Sidang.”
Ucapan tersebut disambut suasana cair di tengah forum yang membahas sejumlah isu strategis mengenai masa depan kopi Kerinci.
Jejak Sejarah Kopi Kerinci Sejak 1790-an
Salah satu paparan dalam seminar disampaikan Yosi, sejarawan kopi Kerinci, yang mengangkat sejarah perjalanan kopi dari wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, Yosi menyebut keberadaan kopi Kerinci memiliki jejak sejarah sejak sekitar dekade 1790-an. Ia juga memaparkan dokumentasi mengenai kopi dari wilayah Kerinci yang masuk dalam jalur perdagangan dan tercatat pada kapal dagang Amerika yang bersandar di Padang.
Paparan tersebut menunjukkan bahwa hubungan kopi Kerinci dengan perdagangan internasional memiliki sejarah yang panjang.
Perkembangan pasar global yang dihadapi kopi Kerinci saat ini pun menjadi bagian dari perjalanan sejarah tersebut.
Kopi Kerinci dan Perdagangan Pasar Amerika
Perspektif sejarah kemudian disambungkan dengan pengalaman perdagangan kopi masa kini melalui A. Syafrudin, Ketua I Dewan Kopi Indonesia, yang hadir sebagai pembeli kopi ALKO sekaligus mewakili Royale Coffee, Amerika Serikat.
Syafrudin memaparkan perjalanan ALKO dalam mengembangkan pasar kopi, termasuk upaya menembus pasar Amerika sejak 2021.
Menurut pemaparan dalam seminar, jaringan perdagangan tersebut kemudian berkembang dan terhubung dengan berbagai pasar di dunia.
ALKO juga mengembangkan ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, pengolahan, eksportir hingga buyer internasional.
Kopi Arabika Kerinci yang dikembangkan melalui jaringan ALKO berasal dari kawasan kaki Gunung Kerinci dengan ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.650 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kopi tersebut diolah melalui sejumlah metode, di antaranya wet hulled, honey, full washed, dan natural.
Blockchain dan Masa Depan Traceability Kopi
Pembahasan kemudian bergeser pada pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan nilai produk pertanian.
Dr. Asep, doktor bidang blockchain dari Pusan National University, Korea Selatan, sekaligus CTO QThinkX, mengajak petani Kerinci untuk mendokumentasikan perjalanan kopi secara digital.
Menurutnya, dokumentasi tersebut tidak hanya dapat digunakan sebagai data teknis, tetapi juga menjadi bagian dari cerita atau story yang menyertai sebuah produk.
QThinkX mengembangkan teknologi traceability dengan memanfaatkan blockchain dan Web3 untuk mencatat perjalanan produk pertanian dari kebun hingga konsumen, termasuk informasi mengenai asal produk dan rantai pasok.
Bagi kopi Kerinci, konsep tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan lebih jauh asal-usul kopi kepada konsumen, termasuk informasi mengenai petani, kebun, wilayah produksi, metode pengolahan hingga perjalanan produk menuju pasar.
Pasar Eropa Perhatikan Asal-usul dan Cerita Kopi
Perspektif pasar Eropa turut disampaikan Paul, jurnalis asal Prancis yang berbasis di Barcelona.
Ia menekankan pentingnya story dan traceability dalam membangun nilai kopi di pasar Eropa.
Dalam forum tersebut, dibahas bahwa informasi mengenai asal-usul produk, proses produksi, keberlanjutan serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai produksi dapat menjadi bagian penting dalam komunikasi kopi kepada konsumen.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian pasar Eropa terhadap isu keberlanjutan, asal produk dan praktik rantai pasok.
Sementara itu, Ria, seorang coffee trader yang berbasis di Paris, membagikan perspektif mengenai pasar kopi Eropa.
Ia juga memperkenalkan budaya minum kopi masyarakat Prancis kepada peserta seminar. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa penetrasi pasar internasional tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga pemahaman terhadap karakter dan budaya konsumen.
Tradisi Masyarakat Kerinci Jadi Bagian dari Identitas Kopi
Dari sisi pemerintah, Desi dari Kementerian Kehutanan turut memaparkan mengenai tradisi kopi masyarakat Kerinci serta kaitannya dengan pengembangan kopi di daerah tersebut.
Pembahasan tersebut menyoroti hubungan antara pertanian kopi, masyarakat dan lingkungan yang menjadi bagian dari karakter produksi kopi Kerinci.
Pengembangan kopi melalui pendekatan agroforestri juga menjadi salah satu perhatian dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026.
Selain peningkatan produksi, pengembangan ekosistem kopi mencakup penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas, hilirisasi, traceability, pembiayaan, pemasaran serta akses ke pasar internasional.
Kopi Kerinci dari Kebun Menuju Pasar Global
Berbagai perspektif yang disampaikan dalam seminar menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki sejumlah aspek yang dapat dikembangkan secara bersamaan.
Bukan hanya mengenai produksi dan kualitas biji kopi, tetapi juga sejarah, petani, pengetahuan lokal, lingkungan, tradisi, metode pengolahan, teknologi dan akses pasar.
Pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petani dan koperasi hingga pemerintah, akademisi, pelaku usaha, investor, penyedia teknologi dan buyer internasional.
Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan tersebut. Selain seminar internasional, kegiatan juga mencakup business matching, forum hilirisasi serta pengenalan kebun dan proses pengolahan kopi.
Di tengah pembahasan mengenai sejarah, teknologi dan pasar global, Bezie Galih Manggala menjalankan perannya sebagai moderator dengan menjaga diskusi tetap komunikatif dan terarah.
Apresiasi Prof. Surip Mawardi yang menyebut Bezie sebagai “Pimpinan Sidang” menjadi salah satu momen yang mencairkan suasana seminar.
Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 digelar di Desa Batang Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, dan dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Keuangan, perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, mitra, investor serta buyer internasional dari 11 negara.
