Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tim Hukum Ganjar Mahfud Paparkan Gugatan Sidang Pertama MK, Beberkan 3 Nepotisme

N
Nanda YuanitaEditor: Nanda Yuanita
|10:21 WIB
Bagikan:
Tim Hukum Ganjar Mahfud Paparkan Gugatan Sidang Pertama MK, Beberkan 3 Nepotisme
Tim Hukum Ganjar Mahfud Paparkan Gugatan Sidang Pertama MK, Beberkan 3 Nepotisme (dok.YouTube/KOMPASTV)

PASUNDAN EKSPRES - Tim Hukum Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Annisa Maqdir Ismail mengungkapkan tiga dugaan nepotisme Presiden Joko Widodo untuk mendorong Gibran Rakabuming Raka maju dalam Pilpres 2024. 

"Nepotisme yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dapat diklasifikasikan menjadi tiga skema," ujar Annisa di sidang Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (27/3/24) yang mengutip dari sindonews. 

BACA JUGA:Tim Hukum Amin Paparkan Gugatan Sidang Pertama MK

Annisa menjelaskan, nepotisme pertama yang dilakukan oleh Jokowi untuk memastikan Gibran maju sebagai calon presiden 2024 yaitu mulai dari memajukan Gibran sebagai Calon Wali Kota Solo.

Annisa melanjutkan, keikutsertaan Ketua MK Anwar Usman saat itu, yang merupakan paman dari Gibran, ikut dalam sidang perkara Nomor 90 Tahun 2023 tentang Batas Usia Capres-Cawapres. 

BACA JUGA:Stadion Singaperbangsa Ditunjuk PSSI Sebagai Salah Satu Venue Liga 3 Nasional

Akan tertapi, putusan MK Nomor 90 itu berbuntut panjang yang pada akhirnya membuat Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memutuskan bahwa Anwar Usman melanggar kode etik. 

"Lalu, keikutsertaan Anwar Usman dalam perkara Nomor 90 Tahun 2023 sampai dengan digunakannya termohon untuk menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka yang mana keduanya akhirnya dinyatakan melanggar etika," kata Annisa. 

BACA JUGA:Kabinet Prabowoo, Gibran Rakabuming Raka Ungkap "Prabowo yang Menentukan Menteri, Bukan Jokowi"

Selanjutnya, dalam dugaan nepotisme kedua, kata Annisa, adalah  dengan menyiapkan jaringan yang dibutuhkan untuk mengatur jalannya Pilpres 2024.

Mulai dari memajukan orang-orang dekat Presiden Jokowi untuk memegang jabatan penting sehubungan pelaksanaan Pilpres 2024, khususnya  ratusan pejabat kepala daerah. 

BACA JUGA:Kemnaker Imbau Perusahaan Beri THR Kepada Driver Ojek Online dan Kurir

Dugaan nepotisme yang terakhir adalah untuk memastikan agar paslon 2 memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran, dengan cara mengadakan pertemuan-pertemuan dengan berbagai pejabat. 

"Dilakukan dengan berbagai cara mengadakan pertemuan-pertemuan dengan berbagai pejabat di berbagai lini mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa yang kemudian dikombinasikan dengan politisasi bantuan sosial sebagaimana terlihat dari aspek waktu pembagian, aspek jumlah yang dibagikan, aspek pembagi bantuan sosial dan tentunya aspek penerima bantuan sosial," tutupnya.

(nym)

Berita Terbaru

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang11 menit lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional20 menit lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional44 menit lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional1 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional2 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional2 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang2 jam lalu
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional2 jam lalu