Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

DLH Purwakarta: Limbah SPPG Tak Sesuai Baku Mutu Lingkungan

M
MaldiansyahEditor: Asep
|11:57 WIB
Bagikan:
DLH Purwakarta: Limbah SPPG Tak Sesuai Baku Mutu Lingkungan
Tim Pengawas Lapangan DLH menemukan masih banyak limbah cair dan padat dari SPPG belum dikelola sesuai standar baku mutu lingkungan.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - DLH Purwakarta merilis hasil pemantauan pengelolaan limbah di sejumlah Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG). Dari hasil pemantauan dan pengecekan Tim Pengawas Lapangan DLH, masih banyak ditemukan limbah cair dan padat belum dikelola sesuai standar baku mutu lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLH Purwakarta, Wahyudin menyebut penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman dan ketidaktahuan petugas SPPG di lapangan terhadap tata cara pengelolaan yang benar dan aman.

Pasalnya, hasil temuan Tim Pengawas DLH yang melakukan inspeksi mendadak kemarin, sebagian besar SPPG yang diperiksa belum memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai.

"Limbah sisa masakan, air cucian, serta sampah organik dan anorganik justru dibuang sembarangan ke saluran umum atau dibakar di lokasi terbuka," ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Wahyudin menyatakan, hal ini terjadi karena pihak pengelola dan petugas dapur sama sekali belum mengetahui aturan maupun teknis pengolahan limbah yang diwajibkan peraturan daerah.

"Kami kaget saat mendengar penjelasan petugas di lapangan. Mereka mengira sisa-sisa dari kegiatan dapur itu hanya sampah biasa yang boleh dibuang ke selokan atau tanah kosong. Padahal, limbah dari kegiatan pelayanan gizi memiliki kandungan lemak dan bahan organik tinggi yang berisiko mencemari air tanah dan lingkungan jika tidak diolah dulu," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah perwakilan pengelola SPPG mengakui belum mendapatkan sosialisasi khusus mengenai pengelolaan lingkungan. Selama ini fokus utama hanya tertuju pada penyajian gizi dan ketertiban administrasi keuangan untuk laporan, sehingga aspek pengolahan limbah terabaikan dan dianggap bukan prioritas utama.

"IPAL dan pengelolaannya kami kira bukan hal yang umum di masyarakat, sebagai pengelola SPPG kami kira kami masih butuh pendamping," ujar Abdulah salah satu pengelola SPPG di wilayah Kecamatan Plered.

DLH Purwakarta Segera Menggelar Pelatihan Teknis

Menanggapi hal ini, DLH Purwakarta berencana segera menggelar pelatihan teknis dan sosialisasi peraturan lingkungan hidup bagi seluruh pengelola dan petugas SPPG.

Selain itu, DLH akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta KPKNL agar pos anggaran sarana pengolahan limbah wajib dimasukkan dan dilaporkan dalam RAB setiap periode. Sehingga kepatuhan lingkungan dan pengelolaan aset negara berjalan beriringan.

Jika tidak diperbaiki, sanksi administratif maupun teguran tegas siap diberikan demi menjaga kelestarian lingkungan.

"Diharapkan melalui pembinaan ini, kesadaran dan pengetahuan pengelola SPPG meningkat, sehingga pelayanan gizi tidak hanya sehat bagi penerima manfaat, tetapi juga aman dan ramah lingkungan," ungkapnya menutup pembahasan.(mas/sep)

Berita Terbaru

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Subang5 menit lalu
DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

Purwakarta7 menit lalu
Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

Subang9 menit lalu
Debit Dua Sumber Mata Air PDAM Purwakarta Turun 60 Persen

Debit Dua Sumber Mata Air PDAM Purwakarta Turun 60 Persen

Purwakarta11 menit lalu
ADVERTISEMENT
Sambang Warga, Kapolsek Plered Imbau Jaga Kamtibmas

Sambang Warga, Kapolsek Plered Imbau Jaga Kamtibmas

Purwakarta23 menit lalu
Persib Bikin Sejarah di Korea! FC Seoul Dibungkam, Maung Bandung Ukir Rekor di ACL Two

Persib Bikin Sejarah di Korea! FC Seoul Dibungkam, Maung Bandung Ukir Rekor di ACL Two

Olahraga31 menit lalu
Jalan Braga Berubah Jadi Lautan Kuning! Tabebuya Bermekaran, Bandung Makin Instagramable Pekan Ini

Jalan Braga Berubah Jadi Lautan Kuning! Tabebuya Bermekaran, Bandung Makin Instagramable Pekan Ini

Lifestyle41 menit lalu
45 Tahun Beralaskan Tanah, Lapang EduLife SDN Karangbagja Kini Dicor

45 Tahun Beralaskan Tanah, Lapang EduLife SDN Karangbagja Kini Dicor

Headline49 menit lalu
Urus Dokumen Tanah PT KITS Dipatok Rp800 per Meter, Kades Parigimulya Jadi Tersangka

Urus Dokumen Tanah PT KITS Dipatok Rp800 per Meter, Kades Parigimulya Jadi Tersangka

Headline1 jam lalu
Perusahaan Jepang yang Ada di Subang, Cek Daftarnya di Sini!

Perusahaan Jepang yang Ada di Subang, Cek Daftarnya di Sini!

Lifestyle1 jam lalu