PASUNDAN EKSPRES - Mesir tolak usulan untuk kelola Gaza. Mesir secara tegas menolak usulan yang diajukan oleh pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, yang menyarankan agar Mesir mengambil alih administrasi Gaza setelah perang berakhir.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Tamim Khallaf, pada Rabu (26/2), yang menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan kebijakan Mesir serta negara-negara Arab yang telah berlangsung lama.
Penolakan Tegas dari Mesir
Melalui laporan yang dikutip oleh kantor berita resmi MENA yang dilansir dari Alarabiya News, Khallaf menyatakan bahwa setiap gagasan atau proposal yang bertentangan dengan prinsip kebijakan Mesir dan Arab mengenai Gaza akan ditolak secara mutlak.
Ia menegaskan bahwa Mesir menolak segala bentuk usulan yang berupaya menghindari solusi yang seharusnya, yaitu pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Dalam pernyataannya, Khallaf menambahkan bahwa solusi alternatif seperti yang diajukan oleh Lapid hanyalah “setengah solusi” yang justru berpotensi memperpanjang konflik daripada menyelesaikannya.
Ia juga mengingatkan bahwa Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang dianeksasi oleh Israel, merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang harus berada di bawah kedaulatan dan pengelolaan penuh oleh Palestina.
Usulan Israel: Mesir Kelola Gaza Selama Delapan Tahun
Pada hari Selasa, Yair Lapid mengemukakan gagasan bahwa Mesir sebaiknya menjalankan administrasi Gaza selama setidaknya delapan tahun setelah perang berakhir, dengan imbalan penghapusan utang besar.
Namun, usulan ini mendapatkan reaksi negatif tidak hanya dari Mesir tetapi juga dari negara-negara Arab lainnya.
Mesir telah berulang kali menolak setiap proposal yang mengarah pada pemindahan penduduk Palestina dari Gaza. Pemerintah Mesir menyebut rencana semacam itu bukan rencana yang pantas untuk disahkan.
Upaya Diplomasi untuk Menolak Rencana Relokasi Palestina
Dalam beberapa waktu terakhir, Mesir memimpin upaya diplomatik untuk menentang rencana yang sebelumnya dilontarkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.
Trump pernah mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih dan mengendalikan Gaza setelah warganya dipindahkan ke Mesir atau Yordania.
Gagasan ini memicu kecaman luas, terutama dari negara-negara Timur Tengah yang melihatnya sebagai ancaman terhadap kedaulatan Palestina dan stabilitas regional.
(ipa)