Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

112 KK di Jalancagak Terancam Tergusur, Kades Indra Zainal Alim Tegaskan Siap Perjuangkan Hak Warga

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|09:55 WIB
Bagikan:
112 KK di Jalancagak Terancam Tergusur, Kades Indra Zainal Alim Tegaskan Siap Perjuangkan Hak Warga
Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal Alim saat memberikan keterangan terkait perjuangan 112 KK dalam sengketa lahan eks HGU di wilayahnya. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Ancaman pengambilalihan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) kembali memicu kekhawatiran warga Desa Jalancagak.

Sebanyak 112 keluarga yang telah puluhan tahun menetap di kawasan tersebut kini terancam kehilangan tempat tinggal setelah muncul dugaan bahwa PTPN Ciater akan mengambil kembali lahan yang sebelumnya berstatus HGU.

Lahan yang dulunya merupakan bagian dari HGU PTPN Tambaksari itu diketahui telah lama berubah fungsi menjadi kawasan permukiman. Selama lebih dari 60 tahun, warga membangun rumah dan menjalani kehidupan di atas tanah tersebut.

Tokoh masyarakat Desa Jalancagak, H. Yoyo, mengungkapkan perjuangan warga untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Ia menceritakan, bersama tim dan perwakilan warga, pihaknya pernah melakukan aksi demonstrasi serta audiensi dengan BPN Jawa Barat di Bandung.

“Dalam audiensi itu, dijelaskan bahwa pihak PTPN sempat mengajukan perpanjangan kontrak HGU kepada BPN. Namun pengajuan tersebut ditolak oleh BPN Jawa Barat karena lahan bekas HGU PTPN Tambaksari di kompleks bedeng perumahan karyawan sudah berubah fungsi menjadi permukiman warga,” ujar H. Yoyo.

Menurutnya, dalam surat jawaban audiensi tersebut, BPN Jawa Barat bahkan merekomendasikan agar pihak PTPN melepaskan HGU atas lahan tersebut, mengingat kondisi eksisting di lapangan sudah tidak lagi sesuai dengan peruntukan awal HGU.

Sementara itu, Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal Alim, menegaskan hingga saat ini perjuangan desa dalam memperjuangkan hak warga sudah masuk ke tahapan reforma agraria.

Data dan dokumen pendukung, kata dia, telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Subang.

“Sampai hari ini perjuangan sudah masuk ke reforma agraria. Data sudah ada di pemerintah daerah. Dengan dalih apa pun, silakan saja pihak PTPN mengklaim wilayahnya, tetapi faktanya warga kami sudah menempati lahan tersebut lebih dari 60 tahun dan taat membayar pajak kepada pemerintah,” tegas Indra.

Indra menilai klaim sepihak dari pihak PTPN Ciater tidak sejalan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, terutama terkait tanah HGU yang telah lama berubah fungsi menjadi kawasan permukiman.

Menurutnya, keberadaan warga di lahan tersebut bukanlah tindakan ilegal, melainkan fakta sosial dan hukum yang harus diakui negara.

Sebagai kepala desa, Indra menegaskan komitmennya untuk melindungi warganya dari ancaman penggusuran maupun tekanan pihak mana pun. Ia menegaskan akan terus berjuang agar hak-hak 112 KK tersebut mendapatkan kepastian hukum.

“Saya sebagai kepala desa akan berjuang melindungi warga yang menempati tanah X HGU ini. Warga kami sudah puluhan tahun tinggal di sini dan taat membayar pajak. Saya akan memperjuangkan hak warga sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional39 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang1 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional1 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat2 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta3 jam lalu