Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Disnakertrans Subang Siapkan Pelatihan Las untuk Calon Migran, PMI Purna Beralih ke UMKM

H
Hadi MartadinataEditor: Dede
|05:40 WIB
Bagikan:
Disnakertrans Subang Siapkan Pelatihan Las untuk Calon Migran, PMI Purna Beralih ke UMKM
Kepala Binapenta TKI Disnakertrans Kabupaten Subang, Dedi, saat ditemui di ruang kerjanya.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna asal Kabupaten Subang mengalami kesulitan beradaptasi setelah kembali ke tanah air. Salah satu tantangan utama adalah mencari sumber penghasilan baru di daerah asal.

Kepala Binapenta TKI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang, Dedi, mengatakan sebagian besar PMI purna kini beralih menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di wilayah Pantura Subang.

“Kebanyakan PMI purna di Subang, khususnya di daerah Pantura, sekarang banyak yang membuka UMKM. Ada yang jualan makanan, buka toko kecil, atau mengembangkan keterampilan yang dibawa dari luar negeri,” ujar Dedi kepada Pasundan Ekspres.

Selain memberdayakan PMI purna, Disnakertrans juga menyiapkan program pelatihan bagi calon PMI agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Salah satunya pelatihan teknik pengelasan (ngelas) yang saat ini diikuti puluhan peserta.

“Untuk pelatihan ngelas ini sebanyak 32 orang, dan dibiayai oleh BP3MI. Setelah pelatihan, mereka direncanakan diberangkatkan ke Jepang dan negara lainnya,” jelasnya.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan bersertifikat internasional, sehingga memiliki daya saing dan perlindungan kerja yang lebih baik di luar negeri.

Selain Jepang, beberapa negara tujuan pekerja migran asal Subang adalah Taiwan, Thailand, dan Singapura. Namun, kata Dedi, penempatan ke negara-negara tersebut masih didominasi sektor nonformal, seperti pekerja rumah tangga dan pengurus lansia.

“Untuk Taiwan dan Singapura, kebanyakan penempatannya di sektor nonformal,” ucapnya.

Terkait keluhan keluarga yang sulit berkomunikasi dengan anggota keluarganya di luar negeri, Dedi menegaskan hal itu bergantung pada aturan tempat kerja masing-masing.

“Ada yang seminggu sekali boleh pegang HP, tapi banyak juga yang bebas. Kalau yang resmi biasanya lebih longgar. Justru yang sering dibatasi itu yang nonprosedural,” terangnya.

Ia menegaskan, Disnakertrans bersama BP3MI terus mengimbau calon pekerja migran agar berangkat secara prosedural dan legal demi menjamin hak perlindungan kerja dan komunikasi dengan keluarga di tanah air.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi bagi PMI purna agar mereka bisa mandiri dan tidak harus kembali bekerja ke luar negeri semata-mata karena tekanan ekonomi.

“Program ini membantu PMI purna agar bisa mandiri setelah kembali ke tanah air. Jadi mereka punya pilihan, mau bekerja atau membuka usaha sendiri,” pungkas Dedi.(hdi/ded)

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional13 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional48 menit lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang55 menit lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional1 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat1 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional1 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta3 jam lalu