Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Forum BUMDes Subang Dorong Budidaya Jagung Tebon

H
Hadi MartadinataEditor: Asep
|19:00 WIB
Bagikan:
Forum BUMDes Subang Dorong Budidaya Jagung Tebon
Forum BUMDes Kabupaten Subang membangun kerja sama dengan PT GDA untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang digelar di Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Kegiatan diikuti sekitar 50 BUMDes se-Kabupaten Subang.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Subang membangun kerja sama dengan PT Global Dairy Alami (GDA) untuk mengembangkan budidaya jagung tebon sebagai bahan baku hijauan pakan sapi perah. Program tersebut digagas untuk mengoptimalkan potensi lahan desa sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat pada Kamis (13/8/2026) di Desa Manyeti.

Kerja sama tersebut diperkenalkan melalui seminar Budidaya Jagung Tebon untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang digelar di Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Kegiatan diikuti sekitar 50 BUMDes se-Kabupaten Subang.

Turut hadir jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Subang, para direktur BUMDes, PT Global Dairy Alami sebagai calon pembeli hasil panen atau off-taker, serta PT Syngenta Indonesia sebagai produsen benih jagung.

Ketua Harian Forum BUMDes Kabupaten Subang, Mustofa, mengatakan program tersebut berangkat dari besarnya potensi lahan yang dimiliki desa-desa di Kabupaten Subang.

Jagung Tebon Memiliki Pasar Cukup Jelas

Menurutnya, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk budidaya jagung tebon yang memiliki pasar cukup jelas. 

"Besarnya potensi lahan di desa sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam budidaya jagung tebon. Ini bisa memberikan pendapatan bagi masyarakat desa. Kita sudah punya off-taker, yaitu GDA. Masyarakat tinggal menanam jagung tebonnya," ujar Mustofa kepada Pasundan Ekspres.

Menurutnya, keberadaan "off-taker" menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat agar berani mengembangkan komoditas tersebut. Petani tidak hanya diarahkan untuk memproduksi, tetapi juga memiliki kepastian mengenai pemanfaatan hasil panennya.

Kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang bagi BUMDes untuk mengambil peran lebih besar dalam menghubungkan masyarakat desa dengan dunia usaha. BUMDes diharapkan dapat menjadi penggerak mulai dari mobilisasi petani, pengelolaan lahan hingga membantu membangun rantai pasok jagung tebon.

Dari pihak PT Global Dairy Alami, Rajak menyampaikan bahwa kebutuhan perusahaan terhadap jagung tebon cukup besar. Setiap hari, GDA membutuhkan sekitar 80 ton jagung tebon untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi perah. 

"Untuk kebutuhan GDA, jagung tebon mencapai sekitar 80 ton per hari," kata Rajak.

Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan peluang pasar yang cukup terbuka bagi petani dan desa yang mampu mengembangkan budidaya jagung tebon secara konsisten.

Sementara itu, Tatang dari PT Syngenta Indonesia menjelaskan potensi produksi jagung tebon dalam satu hektare lahan dapat mencapai sekitar 50 hingga 60 ton, tergantung pada teknik budidaya dan kondisi lahan. PT Syngenta, kata dia, juga siap memberikan pendampingan kepada petani agar proses budidaya dapat dilakukan secara optimal. 

"Potensi panen tebon berkisar 50 sampai 60 ton per hektare. Kami dari Syngenta siap mendampingi petani dalam budidaya tebon agar tingkat keberhasilan petani lebih besar," jelas Tatang.

Pendampingan tersebut dinilai penting karena kualitas dan kuantitas hasil panen menjadi faktor utama untuk memenuhi kebutuhan industri peternakan sapi perah.

Sementara itu, Kepala Bidang PUEM Kabupaten Subang, Lita menekankan pentingnya peran BUMDes dalam mengajak sekaligus memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam program tersebut.

Menurutnya, BUMDes memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa. Ketika BUMDes mampu menghubungkan potensi masyarakat dengan kebutuhan pasar, maka aktivitas ekonomi desa dapat berkembang lebih luas. 

"Peran BUMDes sangat penting untuk mengajak dan memobilisasi masyarakat desa. Kalau potensi yang ada bisa digerakkan bersama, tentu akan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian desa," ujarnya.

Program budidaya jagung ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi berlanjut menjadi gerakan ekonomi berbasis desa. Dengan dukungan BUMDes, petani, perusahaan off-taker, pemerintah, serta penyedia benih dan pendampingan, jagung tebon diharapkan mampu menjadi salah satu komoditas potensial baru di Kabupaten Subang.

Selain mendukung kebutuhan pakan sapi perah, program tersebut juga menjadi upaya mengoptimalkan lahan desa agar menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat keterhubungan antara sektor pertanian, peternakan, dan ekonomi desa.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional58 menit lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional1 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta1 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional1 jam lalu
Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Lifestyle1 jam lalu
Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Nasional1 jam lalu
Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Headline1 jam lalu
DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

Karawang1 jam lalu
Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Nasional1 jam lalu