Ketua Fraksi NasDem DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Ketat Truk Bermuatan Berat, Terendam Banjir Hampir Satu Minggu

PASUNDANEKSPRES.ID-Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Subang, Hafil Gaputra Sanjaya, angkat bicara terkait kecelakaan maut di jalur Cijambe yang menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya pada Kamis (9/10/2025).
Ia menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban sekaligus mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur rawan kecelakaan tersebut.
“Kami dari Fraksi NasDem menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan di Cijambe. Ini harus menjadi perhatian serius karena jalur tersebut sudah berulang kali menelan korban,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (13/10/2025).
Hafil menyoroti banyaknya kendaraan truk bermuatan besar dan melebihi kapasitas (overload) yang melintas di jalur menurun dan berkelok seperti Cijambe. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan fatal.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya truk besar dan kendaraan bermuatan berat, agar mematuhi aturan batas muatan. Jangan sampai memaksakan kendaraan membawa beban berlebih karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” terangnya.
Ia juga meminta perusahaan angkutan barang untuk bertanggung jawab dalam memastikan kendaraan dan muatan sesuai dengan standar keselamatan.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan hanya karena kejar target, sopir atau perusahaan mengabaikan aspek keselamatan di jalan,” tegas Hafil.
Hafil mengapresiasi langkah cepat Satlantas Polres Subang yang telah menetapkan sopir truk sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut. Menurutnya, tindakan itu menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum di bidang lalu lintas.
“Kami mengapresiasi Satlantas Polres Subang yang cepat bertindak. Proses hukum harus ditegakkan secara transparan agar memberi efek jera bagi pengemudi lain yang lalai atau ugal-ugalan,” ucapnya.
Namun, Hafil menekankan agar penindakan tidak berhenti pada sopir semata, tetapi juga menyentuh pihak perusahaan apabila ditemukan pelanggaran teknis atau kelebihan muatan yang menjadi pemicu kecelakaan.
Selain kepada kepolisian, Hafil juga menyoroti peran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang dalam melakukan pengawasan di lapangan.
Ia menilai perlu adanya pengetatan pengawasan dan pemeriksaan kelayakan kendaraan di wilayah Kabupaten Subang, terutama yang akan melintas di jalur rawan seperti Cijambe.
“Dishub juga harus lebih aktif melakukan pengawasan. Jika ditemukan kendaraan yang tidak layak jalan atau bermuatan berlebih, harus langsung ditindak. Ini soal nyawa manusia,” tuturnya.
Hafil menegaskan, kecelakaan maut di Cijambe harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih memperhatikan keselamatan lalu lintas dan memperkuat sinergi antara aparat, Dishub, dan masyarakat dalam mencegah tragedi serupa terulang.(cdp/ded)
