PLN Subang Imbau Masyarakat Waspada Korsleting Listrik, Penyebab Kebakaran Rumah

SUBANG-Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpoldam Doni Suparman mengungkapkan rata-rata penyebab kebakaran yakni karena kelalaian, salah satunya korsleting listrik.
"Banyaknya karena kelalaian sendiri, mulai dari lupa mematikan kompor, korsleting listrik, dan lainnya," ucapnya.
Berangkat dari sana, Team Leader KK3L PLN ULP Subang, Handerson Panjaitan mengimbau agar menggunakan peralatan listrik sesuai dengan penggunaan yang aman.
"Jangan sampai penggunaan beban daya elektronik yang besar malah menggunakan kabel dengan diameter yang kecil," ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak menumpuk stop kontak dan terlalu banyak menyambung kabel yang juga dapat meningkatkan potensi korsleting listrik sekaligus penyebab kebakaran.
"Arus listrik itu sifatnya panas, sedangkan untuk stop kontak atau terminal itu biasanya terbuat dari material plastik, dan setiap kebel itu memiliki batas maksimal untuk menahan arus. Ketika penggunaan elektronik ditumpuk pada satu titik, maka akan ada penumpukan arus yang menyebabkan panas berlebih yang dapat membakar stop kontak atau terminal," ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas yang berkenaan dengan air dekat dengan area kelistrikan.
"Setiap hal yang berhubungan dengan air sifatnya konduktor, bahkan cipratan air Ketika mencuci piring dekat dengan colokan atau terminal dapat mengakibatkan korsleting listrik. Sering kita temukan penanak nasi colokannya dekat dengan wastafel, itu berbahaya," ucapnya.
Handerson juga menambahkan cipratan air tersebut lama kelamaan bisa menimbulkan korosi atau karat pada stop kontak atau terminal, sehingga bisa menimbulkan bunga api yang berujung potensi korsleting listrik.
Sebelumnya, sebuah rumah di Dusun Sukaseneng, Desa Sukaseneng, Kecamatan Compreng mengalami kebakaran hebat, Minggu (24/8/2025).
Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, tak hanya Damkar, TNI dan warga setempat yang berada di tempat kejadian juga turut membantu dalam melakukan pemadaman.
Kebakaran yang menimpa rumah milik Halimi tersebut disebabkan oleh konsleting listrik.
Insiden kebakaran ditaksir mebimbulkan kerugian materil sebanyak kurang lebih Rp70 juta rupiah. Meskipun demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.(fsh/sep)
