SLB Negeri Trituna Subang kini Mulai Merasakan Manfaat Penggunaan Interactive Flat Panel

PASUNDAN EKSPRES.ID - SLB Negeri Trituna Subang kini merasakan manfaat penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif di kelas.
Perangkat canggih ini merupakan layar sentuh multifungsi yang menggabungkan papan tulis digital, komputer, dan monitor dalam satu alat, didistribusikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendukung digitalisasi pendidikan.
Melalui IFP, proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik. Guru serta siswa dapat menulis, menggambar, dan berinteraksi langsung dengan berbagai konten digital maupun aplikasi edukasi.
Guru SLB Negeri Trituna, Edwin Waliudin, mengatakan hadirnya teknologi ini memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan minat belajar siswa penyandang disabilitas.
“IFP mendukung proses pembelajaran anak menjadi lebih menarik dan mudah diakses,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Sementara itu, salah satu siswa, Irfan, mengaku pembelajaran terasa lebih jelas dan menyenangkan, terutama saat belajar mata pelajaran favoritnya, matematika.
Nada serupa disampaikan Raka, siswa tunanetra kelas X. Ia mengaku terbantu dengan fitur talkback yang tersedia pada perangkat tersebut.
“Talkback itu panduan suara untuk tunanetra. Jadi belajar lebih seru dan menarik. Dengan IFP, semua siswa, termasuk penyandang disabilitas, bisa ikut belajar dan punya kesempatan yang sama,” katanya.
Dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, pada tahun 2025 pemerintah menargetkan 27.843 satuan pendidikan di seluruh Indonesia menerima dukungan program digitalisasi pembelajaran.
Sasaran tersebut meliputi 14.451 SMK, 2.379 SLB, 10.506 PKBM, dan 507 SKB. Program ini menjadi langkah nyata Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemerataan akses teknologi pembelajaran di semua jenjang.(fsh/ded)
