Wakil Bupati Subang Periode 2003-2008 Maman Yudia Meninggal Dunia, Dikenang sebagai Tokoh Tegas dan Guru Politik

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabar duka menyelimuti dunia politik Kabupaten Subang. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang sekaligus mantan Wakil Bupati Subang periode 2003–2008, Maman Yudia, meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026).
Kepergian Maman Yudia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan serta masyarakat Kabupaten Subang. Almarhum dikenal sebagai tokoh senior yang memiliki peran penting dalam perjalanan politik partai berlambang banteng moncong putih di daerah tersebut.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, H. Adik, mengenang almarhum sebagai pribadi yang tegas dan memiliki wawasan politik luas. Menurutnya, Maman Yudia juga menjadi panutan bagi banyak kader partai.
“Beliau sosok yang tegas dan memiliki wawasan politik luar biasa. Beliau bisa menjadi orang tua sekaligus guru, juga sahabat dan teman berdiskusi. Beliau tidak pernah pelit berbagi pengetahuan kepada generasi berikutnya,” ujar H. Adik saat dihubungi Pasundan Ekspres, Sabtu (11/4/2026) sore.
H. Adik menuturkan, dedikasi Maman Yudia terhadap PDI Perjuangan sudah terlihat sejak masa-masa awal reformasi.
“Pengabdian beliau kepada PDI Perjuangan sangat luar biasa. Dari cerita para senior yang bersama beliau, sejak tahun 1996 hingga masa reformasi 1999 beliau sudah aktif berkiprah di PDI Perjuangan,” katanya.
Ia juga menyebutkan, pada masa kepemimpinan Maman Yudia sebagai Ketua DPC, PDI Perjuangan Subang pernah mencatatkan capaian politik yang signifikan.
“Alhamdulillah pada masa kepemimpinan beliau, PDI Perjuangan Subang sempat memiliki wakil bupati dan juga ketua DPRD,” ungkapnya.
Menurut H. Adik, wafatnya Maman Yudia merupakan kehilangan besar bagi dunia politik di Kabupaten Subang, khususnya bagi para kader PDI Perjuangan yang selama ini menjadikannya sebagai mentor dan inspirasi dalam berorganisasi maupun berpolitik. (cdp)
