Bunda PAUD Subang Teguhkan Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas

SUBANG-Bunda PAUD Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.I.P., menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (5/8/2026).
Kehadiran tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam mendukung terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, aman, dan ramah bagi seluruh anak.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema "Bersama Mewujudkan Sekolah Aman dan Menyenangkan bagi Setiap Anak, Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan." Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak-hak anak melalui pendidikan yang bermutu sejak usia dini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hj. Masmidah Abdul Mu'ti. Dalam sambutannya, ia menegaskan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang aman, inklusif, berkualitas, dan menyenangkan.
Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda dipersiapkan sejak dini menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki daya saing global. Karena itu, pendidikan harus menjadi ruang yang membahagiakan sekaligus mampu memberdayakan setiap anak agar berkembang sesuai potensinya.
Ia juga menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus melakukan transformasi pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter, peningkatan mutu pembelajaran, perlindungan anak, serta implementasi program Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan.
Selain itu, Masmidah mengapresiasi peran BBPMP Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang terus bersinergi meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak. Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi, menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan dan pendidikan terbaik.
Menurutnya, keberhasilan implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah tidak lepas dari peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.
"Orang tua adalah guru pertama, dan keluarga adalah sekolah pertama. Ketika keluarga memberikan kasih sayang, teladan, dan perhatian, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap belajar," ujarnya.
Ia berharap komitmen yang dibangun dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui langkah nyata demi masa depan anak-anak Jawa Barat.
Usai pembukaan, seluruh Bunda PAUD se-Jawa Barat mengikuti eksplorasi area bermain edukatif Petualangan Tangguh Siaga Bencana sebagai sarana mengenalkan pembelajaran mitigasi bencana kepada anak usia dini.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Hari Anak Nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari BBPMP Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan PNFI, serta praktisi parenting.
Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menegaskan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak melalui perlindungan, pengasuhan, dan pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kasih sayang tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ega Anjani Reynaldy bersama seluruh Bunda PAUD kabupaten/kota se-Jawa Barat menandatangani Komitmen Bersama Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah.
Penandatanganan tersebut disaksikan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk dukungan bersama dalam memperluas akses layanan PAUD yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Bunda PAUD Kabupaten Subang turut didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD sekaligus Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Kabupaten Subang, Kasi PAUD, serta Pengawas Taman Kanak-kanak Kabupaten Subang.(rls/znl/ysp)
