Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Terbaru! Slovenia Mengakui Negara Palestina setelah Spanyol, Irlandia, dan Norwegia

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:24 WIB
Bagikan:
Terbaru! Slovenia Mengakui Negara Palestina setelah Spanyol, Irlandia, dan Norwegia
Terbaru! Slovenia Mengakui Negara Palestina setelah Spanyol, Irlandia, dan Norwegia (Image From: armenpress.am)

PASUNDAN EKSPRES - Slovenia mengakui negara Palestina. Slovenia telah menjadi negara anggota Uni Eropa terbaru yang mengakui kemerdekaan Negara Palestina.

Hal ini terjadi setelah parlemen Slovenia menyetujui langkah tersebut dengan suara mayoritas pada hari Selasa, (4/6). 

Slovenia Mengakui Negara Palestina 

Keputusan ini ditolak oleh partai oposisi terbesar di Slovenia, yang mendesak agar diadakan referendum terkait masalah pengakuan kemerdekaan Palestina.

Namun, parlemen tetap memutuskan untuk mengakui kemerdekaan Palestina tanpa mengadakan referendum tersebut.

Pekan lalu, pemerintah telah memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Keputusan ini merupakan langkah yang diambil untuk mengikuti beberapa negara Uni Eropa lainnya, seperti Spanyol, Irlandia, dan Norwegia, yang telah lebih dulu melakukan hal serupa.

Tindakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengkoordinasikan tekanan terhadap Israel agar dapat mengakhiri konflik yang terjadi di Wilayah Gaza. 

“Pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat dan merdeka hari ini memberikan harapan bagi rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza,” ujar Perdana Menteri Robert Golob di media sosial X, dikutip dari Reuters, Rabu (5/6). 

Pemungutan suara terkait keputusan pemerintah untuk mengakui kemerdekaan Palestina telah dilaksanakan pada hari Selasa.

BACA JUGA: AS Meminta Dukungan PBB untuk Usulan Gencatan Senjata di Gaza, ingin Segera Menyelesaikan Perang

BACA JUGA: 37 WNI Ditangkap Aparat Keamanan Arab Saudi di Madinah

Sebelum pemungutan suara tersebut, kelompok parlemen yang berada di bidang urusan luar negeri telah mendukung keputusan pemerintah tersebut dengan suara mayoritas pada hari Senin.

Meskipun kelompok parlemen urusan luar negeri telah mendukung keputusan pemerintah untuk mengakui kemerdekaan Palestina, Partai Demokratik Slovenia (SDS) yang berada di sayap kanan dan dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Janez Jansa, kemudian mengajukan proposal untuk mengadakan referendum konsultatif terkait upaya pengakuan tersebut.

Proposal referendum yang diajukan oleh partai oposisi ini akan menunda pemungutan suara resmi di parlemen setidaknya selama satu bulan ke depan. 

Partai Demokratik Slovenia (SDS), yang merupakan partai oposisi terbesar, berpendapat bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengakui kemerdekaan negara Palestina.

Mereka berargumen bahwa langkah tersebut hanya akan memberikan penghargaan kepada organisasi Hamas. 

Setelah koalisi pemerintah mencoba untuk mencari solusi agar dapat melanjutkan pemungutan suara tanpa harus menghadapi tuntutan rerendung dari partai oposisi SDS, pihak SDS kemudian menarik proposal mereka.

Namun, tidak lama, SDS kembali mengajukan proposal referendum mereka seolah menunjukkan bahwa mereka tetap bersikukuh untuk menunda proses pengakuan kemerdakaan Palestina. 

Sementara itu, komiter perlemen mengatakan bahwa proposal yang diajukan SDS tidak memadai. Hingga komite parlemen menolak proposal referendum. 

Keputusan penolakan terhadap proposal referendum tersebut disetujui dengan 52 suara. Tidak ada yang menentang keputusan ini setelah partai oposisi SDS meninggalkan sidang.

Dari 27 negara anggota Uni Eropa, terdapat beberapa negara yang telah mengakui kemerdekaan negara Palestina. Negara-negara tersebut adalah Swedia, Siprus, Hungaria, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Rumania, dan Bulgaria.

Selain itu, Malta juga telah mengatakan akan segera menyusul untuk mengakui kemerdekaan Palestina.

(ipa)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional6 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta6 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang6 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang7 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga7 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional8 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle8 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang8 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle8 jam lalu