Desa Adat Sade Lombok Habis Terbakar, Pemerintah Fokus Pemulihan Warga Terdampak

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebakaran besar melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah yang menghanguskan ratusan permukiman kampung adat suku Sasak itu.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Kobaran api dengan cepat menghanguskan bangunan-bangunan di kawasan kampung Adat Sade yang sebagian besar terbuat dari material yang mudah terbakar seperti kayu, bambu, jerami dan ilalang.
Desa Adat Sade merupakan salah satu desa adat tertua di Lombok, yang menjadi destinasi wisata populer yang banyak dikunjungi wisatawal lokal maupun mancanegara.
Kawasan Desa Adat Sade menjadi ruang budaya masyarakat Sasak yang kuat, di mana tradisi diwariskan dari generasi ke generasi mulai dari tradisi budaya, hunian, kehidupan masyarakat, serta berbagai kerajinan khas yang menjadi ikon desa adat ini.
Kini, kampung adat tersebut meninggalkan kisah duka yang mendalam usai peristiwa kebakaran hebat pada Sabtu (22/8/2026).
Ratusan bangunan di Desa Adat Sade, termasuk 75 rumah adat, 69 artshop, 8 lumbung alang, 6 berugak sekepat, masjid, hingga gerbang desa adat dilaporkan terdampak akibat musibah ini.
Selain bangunan, sejumlah benda pusaka, alat musik tradisional, perlengkapan Peresean, alat tenun, naskah-naskah kuno, dan kerajinan tenun juga turut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.
Pemerintah setempat kini memfokuskan penanganan pada pemulihan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Gubernur NTB Kunjungi Desa Adat Sade, Pastikan Kebutuhan Korban Terdampak Terpenuhi
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal meninjau lokasi kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada Sabtu malam (22/8/2026).
Iqbal memastikan kebutuhan dasar bagi warga terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade terpenuhi dengan baik.
"Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat," ucap Lalu Muhamad Iqbal di lokasi kebakaran, dilansir Antara, Minggu (23/8/2026).
"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," tegasnya.
(inm)
