Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kekhawatiran Djarot Saiful Hidayat Terkait Revisi UU MK: Keadilan dan Keberanian akan Tersisih

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|11:00 WIB
Bagikan:
Kekhawatiran Djarot Saiful Hidayat Terkait Revisi UU MK: Keadilan dan Keberanian akan Tersisih
Kekhawatiran Djarot Saiful Hidayat Terkait Revisi UU MK. (Sumber Foto: (JIBI/Binis - Felix Jody Kinarwan))

PASUNDAN EKSPRES - Polemik Revisi UU MK yang kabarnya belakangan ini dibahas secara diam-diam disoroti oleh PDI Perjuangan.

Ya, Revisi UU MK tinggal selangkah lagi untuk disahkan menjadi undang-undang.

Panitia Kerja RUU MK Komisi II DPR diam-diam mengadakan rapat pengesahan tingkat satu dan telah menyepakati RUU tersebut untuk dibawa ke tingkat dua untuk disahkan.

Sontak hal tersebut menjadi perdebatan oleh banyak kalangan.

BACA JUGA:Revisi UU MK yang Menuai Banyak Kontroversi: Bisa Menjadi Ancaman Serius Bagi Sebuah Negara Hukum

BACA JUGA:Ada Rencana Kenaikan PPN 12 Persen di Tahun 2025, Sri Mulyani: Serahkan ke Pemerintahan Baru

Salah staunya Djarot Saiful Hidayat, selaku ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan bahwa revisi UU MK yang dilakukan secara diam-diam dan terkesan buru-buru tanpa melibatkan semua pihak terutama parah ahli ini merupakan sebuah "sisi gelap" kekuasaan.

"Tentang UU MK, ditengarai inilah sisi gelap kekuasaan," jelas Djarot dikutip dari Liputan6.com.

Adapun kekhawatiran Djarot mengenai Revisi UU MK ini bisa menyingkirkan para Hakim MK yang tidak sejalan dengan kehendak para penguasa.

BACA JUGA:Revisi Kebijakan, Pemerintah Lepas Pembatasan Barang Bawaan TKI

"Kita khawatir apabila diteruskan, hakim-hakim MK yang kemarin berbeda dengan maunya penguasa, hakim-hakim MK yang disinari oleh cahaya kebenaran, keadilan dan keberanian akan tersisih. Akan gampang dicopot," tambah Djarot.

Tidak adanya transparansi dalam pembahasannya juga akan menimbulkan polemik atau masalah besar di tengah masyarakat yang tidak tahu apa-apa.

Selain itu, Djarot beranggapan bahwa pembahasan Revisi UU MK ini bisa dilakukan pada periode DPR yang akan datang.

(pm)

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline9 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga27 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline46 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu