Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bus Kecelakaan di Subang Ternyata Sudah Bermasalah dari Awal, Banyak Dilakukan Modifikasi

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|09:23 WIB
Bagikan:
Bus Kecelakaan di Subang Ternyata Sudah Bermasalah dari Awal, Banyak Dilakukan Modifikasi
Petugas gabungan saat melakukan investigasi dan pengujian kendaraan bus Putera Fajar di Terminal Subang, Senin (13/5). (Cindy Desita/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Penegakan aturan dan sanksi yang tegas menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan lalu lintas angkutan umum. Lemahnya disiplin sejumlah pelaku industri transportasi dalam memenuhi aspek keselamatan yang disyaratkan regulasi menjadi celah hadirnya risiko kecelakaan.

Berkaca pada kecelakaan maut Bus Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan pelajar dari SMK Lingga Kencana Kota Depok mengalami kecelakaan maut di Ciater, Kabupaten Subang, pada Sabtu (11/5) malam.

Kepala Kompolnas Republik Indonesia, Puji Hartanto menyampaikan, adanya kendala dari sisi kendaraan yang menimbulkan keprihatinan serius terhadap keselamatan.

“Berdasarkan peninjauan di tempat kejadian perkara (TKP), ternyata kendaraan yang terlihat ada perbedaan antara penampilan luar dan kondisi bagian dalamnya,” terangnya.

Dia menyebut, menurut pihak yang terlibat dalam penyelidikan, hal ini merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Dari pantauan Pasundan Ekspres, banyak kejanggalan dari interior bus Trans Putera Fajar. Mulai dari pintu penyekat antara sopir dan penumpang yang hanya menggunakan triplek dengan tuas engsel. 

Kemudian, bus bagian belakang samping kanan yang terlihat di mana kursi bus bagian belakang berbeda dengan kursi bus bagian depan. 

Perbedaan itu terlihat dari perbedaan warna. Kursi bus belakang terlihat sudah agak usang dan berwarna krem dan coklat agak tua kemudian kursi bagian depan terlihat nampak seperti baru berwarna cokelat bata dan krem. 

Sisi bus kanan bagian belakang yang rusak juga terlihat modifikasinya menggunakan seng, dan bagian bawah bagasi terlihat sudah tidak layak dan berkarat dan dilapisi walpaper dinding berwarna abu.

Bus dengan casis keluaran 2006 ini juga memiliki mesin lama yang berada di bagian depan bus, dan dari semua bodi bus tertempel timpaan stiker.

Sementara itu, Kabid Lantas Dishub Subang, Djamaludin menyebut kendaran sudah melewati batas waktu uji pada enam Desember 2023.

“Terkait Perusahan Otobus (PO) yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pihak PO belum dapat ditemui,” ujarnya.

Dia menyebut, pihaknya bersama tim dari Satlantas Polres Subang dan Dishub Jabar telah mengidentifikasi penyebab kecelakaan.

Menurutnya, hasil pengujian akan menjadi pedoman bagi Dinas Perhubungan dalam memberikan pernyataan di persidangan.

“Karena, ini juga akan menjadi pedoman bagi kami Dishub untuk dapat nanti kemeberikan statment apa bila nanti diperulkan di persidangan nanti,” terangya.

Djamal menjelaskan, dari hasil investigasi sementara dapat diinformasikan ada suatu kebocoran di dalam mesin dari pengereman kendaraan tersebut.

“Dapat kami informasikan ada satu kebocoran di dalam mekanik dari pengereman kendaraan ini. Kebocoran itu baik itu oli maupun dari gas atau angin yang keluar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut ini bermula saat bus melaju dari arah selatan menuju utara pada jalan yang menurun. Bus tersebut oleng ke kanan dan menabrak kendaraan merek Feroza dari arah berlawanan.

Bus dengan nomor polisi AD 7524 OG itu pun terguling miring ke kiri dengan posisi ban kiri di atas, lalu tergelincir dan menabrak tiga motor yang parkir di bahu jalan.

Bus yang berisi puluhan penumpang itu terhenti setelah menabrak tiang yang ada di bahu jalan arah Subang menuju Bandung tepat di depan Masjid As Saadah.

Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Korban terdiri dari sembilan orang siswa SMK Lingga Kencana Kota Depok, seorang guru, dan seorang warga di sekitar tempat kejadian.(cdp/ysp)

Kejanggalan Bus Kecelakaan di Subang

1. Pintu penyekat antara sopir dan penumpang gunakan triplek dengan tuas engsel. 

2. Kursi bus bagian belakang berbeda dengan kursi bus bagian depan. 

3. Sisi bus kanan bagian belakang yang rusak juga terlihat modifikasinya menggunakan seng

4. Bagian bawah bagasi terlihat sudah tidak layak dan berkarat, serta dilapisi walpaper dinding berwarna abu.

5. Bus dengan casis keluaran 2006 ini menggunakan mesin lama yang berada di bagian depan bus.

6. Bodi bus ditimpa stiker.

7. Ada kebocoran di bagian pengereman kendaraan.

Berita Terbaru

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional7 menit lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle18 menit lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline51 menit lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle2 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle2 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional3 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional3 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle3 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional3 jam lalu