Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Swedia Jual Tanah Seharga Rp1.000 Per Meter Persegi untuk Tingkatkan Angka Kelahiran, Warga Asing Boleh Membeli

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|22:24 WIB
Bagikan:
Swedia Jual Tanah Seharga Rp1.000 Per Meter Persegi untuk Tingkatkan Angka Kelahiran, Warga Asing Boleh Membeli
Swedia Jual Tanah Seharga Rp1.000 Per Meter Persegi untuk Tingkatkan Angka Kelahiran, Warga Asing Boleh Membeli

PASUNDAN EKSPRES – Dalam langkah yang mengejutkan, pemerintah Swedia kini menawarkan tanah dengan harga sangat murah, yakni hanya Rp1.000 per meter persegi. Langkah ini diambil dalam upaya untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di daerah tertentu, termasuk Gothen.

Penurunan Penduduk di Gothen

Gothen, sebuah daerah di Swedia yang saat ini hanya dihuni oleh sekitar 5.000 penduduk, menjadi pusat perhatian dengan kebijakan baru ini. Pemerintah Swedia menetapkan harga tanah hanya 1 krona Swedia atau sekitar Rp1.405 per meter persegi. Tujuannya adalah untuk menarik penduduk baru dan meningkatkan angka kelahiran yang saat ini berada pada titik yang sangat rendah.

Kebijakan Terbuka untuk Warga Asing

Yang menarik dari kebijakan ini adalah pemerintah Swedia membuka peluang bagi warga asing untuk membeli tanah tersebut. Namun, di balik tawaran menggiurkan ini, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi calon pembeli.

Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi oleh pembeli tanah adalah kewajiban untuk membangun sebuah bangunan di atas tanah tersebut dalam waktu dua tahun. Jika bangunan tidak didirikan dalam jangka waktu tersebut, tanah akan dikembalikan kepada pemerintah. Namun, kendala utama yang dihadapi oleh calon pembeli adalah biaya pembangunan yang sangat tinggi di Swedia.

"Suku bunga di Swedia sangat tinggi, sehingga pembangunan properti di daerah ini menjadi sangat mahal," ujar seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya. "Banyak orang enggan membeli tanah murah ini karena biaya material bangunan yang sangat mahal."

Meskipun harga tanah yang ditawarkan sangat rendah, ternyata banyak orang yang tidak tertarik untuk membeli. "Membangun rumah di atas tanah ini membutuhkan biaya yang sangat besar," tambahnya. Hal ini mengakibatkan minat terhadap pembelian tanah di Gothen menjadi minim, meskipun pemerintah sudah membuka kesempatan bagi warga asing untuk memiliki tanah tersebut.

Dengan kebijakan yang tidak biasa ini, Swedia berharap dapat menghidupkan kembali daerah-daerah yang mengalami penurunan populasi dan meningkatkan angka kelahiran. Namun, tantangan dalam hal biaya pembangunan dan suku bunga yang tinggi masih menjadi hambatan besar bagi banyak orang yang tertarik dengan tawaran ini.

Kebijakan baru ini menunjukkan upaya serius dari pemerintah Swedia untuk mengatasi masalah demografi dan mendorong pertumbuhan penduduk di daerah-daerah yang kurang berkembang. Namun, hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah ini akan berhasil menarik lebih banyak penduduk baru ke Gothen dan daerah lainnya di Swedia.

Berita Terbaru

Retribusi Parkir di Subang Baru Rp496 Juta, Target 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

Retribusi Parkir di Subang Baru Rp496 Juta, Target 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

Headline9 menit lalu
Pemerintah Wacanakan Gaji ASN Melalui Koperasi dan Dana Pensiun, Ini Catatan Ekonom

Pemerintah Wacanakan Gaji ASN Melalui Koperasi dan Dana Pensiun, Ini Catatan Ekonom

Nasional14 menit lalu
Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan Sejumlah Kios! Penyebab Masih Diselidiki!

Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan Sejumlah Kios! Penyebab Masih Diselidiki!

Jawa Barat17 menit lalu
GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang13 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang13 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang13 jam lalu
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang14 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional15 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional16 jam lalu