Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Selama Kurun Waktu Empat Bulan, 1.097 Warga Subang Terjangkit DBD

H
HubaEditor: Huba
|08:05 WIB
Bagikan:
Selama Kurun Waktu Empat Bulan, 1.097 Warga Subang Terjangkit DBD
PENJELASAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Maxi saat diwawancarai soal DBD. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-DBD di Subang tembus 1.097 kasus selama empat bulan, dari Januari hingga April 2024. Terdiri dari 557 penderita laki-laki dan 539 penderita perempuan, dengan jumlah 18 kematian selama kurun waktu 4 bulan.

Secara rinci, bulan Januari sebanyak 373 kasus DBD dengan 3 kematian. Februari 318 kasus dengan 5 kematian. Maret sebanyak 306 kasus dengan 10 kematian. Lalu April 100 kasus dan tidak ditemukan kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi mengatakan, DBD di Subang ini endemic ada sepanjang tahun. Dengan kasus yang naik turun pada musim-musim tertentu.

“Pada saat musim pancaroba kira-kira bulan November sampai April itu pasti ada peningkatan, kemudian Mei sampai Agustus itu landai. Tapi di akhir tahun bulan Oktober sampai Desember sudah mulai naik lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, pada saat pancaroba itu wadah-wadah yang bisa menampung air akan terisi dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Karena kasus DBD ini endemic, Maxi mengimba agar budaya pemberantasan sarang nyamuk ini menjadi kegiatan yang rutin dan dilakukan oleh semua pihak.

“Penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Subang harus melibatkan semua komponen daerah,” tuturnya.

Menurutnya, dengan penanganan secara bersama-sama baik dari unsur pemerintah dan masyarakat, maka ke depan diharapkan tidak ada lagi korban jiwa akibat DBD.

“Tidak hanya Dinas Kesehatan tetapi juga semua dinas, semua perangkat daerah di tingkat kecamatan maupun desa harus bahu-membahu supaya bisa memutus rantai penularan DBD,” terangnya.

Dokter Maxi menegaskan, rantai penularan ini faktornya adalah nyamuk. Hal inilah yang menjadi konsen semua pihak terkait untuk memberantas sarang nyamuk dan bisa mengendalikan DBD.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang18 menit lalu
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang38 menit lalu
Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional1 jam lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang2 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional2 jam lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional2 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat3 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional3 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional4 jam lalu