Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mengapa Uang Kuliah Tunggal Semakin Mahal? Kemendikbudristek Sebut Kuliah Tidak Wajib Padahal Syarat Kerja Minimal S1

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|20:44 WIB
Bagikan:
Mengapa Uang Kuliah Tunggal Semakin Mahal? Kemendikbudristek Sebut Kuliah Tidak Wajib Padahal Syarat Kerja Minimal S1
Mengapa Uang Kuliah Tunggal Semakin Mahal? Kemendikbudristek Sebut Kuliah Tidak Wajib Padahal Syarat Kerja Minimal S1

PASUNDAN EKSPRES- Uang Kuliah Tunggal (UKT) di banyak kampus di Indonesia semakin mahal, menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan bahwa perguruan tinggi bersifat tidak wajib, dengan dana pemerintah lebih difokuskan pada pendidikan wajib, yaitu SD, SMP, dan SMA.

Namun, kenyataan ini sering kali tidak diterima oleh masyarakat, mengingat syarat kerja saat ini umumnya memerlukan gelar sarjana (S1).

Menurut Prof. Cici Sri Cahyantri, Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi merupakan pendidikan tersier yang sifatnya tidak wajib bagi masyarakat.

Pemerintah lebih memprioritaskan alokasi dana pada pendidikan dasar dan menengah yang diwajibkan oleh undang-undang.

Akibatnya, dana untuk perguruan tinggi relatif terbatas, sehingga biaya kuliah menjadi lebih tinggi bagi mahasiswa. Pernyataan dari Kemendikbudristek tersebut memicu kritik tajam dari netizen.

Masyarakat mempertanyakan logika di balik anggapan bahwa perguruan tinggi tidak wajib, sementara banyak pekerjaan yang memerlukan setidaknya gelar S1 sebagai syarat utama.

Bahkan, beberapa pekerjaan menetapkan IPK minimal 3,5 sebagai persyaratan, menambah beban bagi para mahasiswa yang harus berjuang memenuhi standar tersebut sambil menghadapi tingginya biaya pendidikan.

Berbagai kampus di Indonesia telah menyaksikan aksi demo dari mahasiswa yang menuntut penurunan UKT.

Mereka berargumen bahwa biaya yang tinggi ini tidak sebanding dengan dukungan dana yang diberikan pemerintah.

Mahasiswa juga meminta agar persyaratan pekerjaan yang mengharuskan gelar S1 dihapuskan atau setidaknya dilonggarkan, sehingga tidak semakin membebani mereka.

Kontroversi ini menjadikan Kemendikbudristek sebagai sorotan. Mereka dihadapkan pada tugas berat untuk menyeimbangkan alokasi dana pendidikan dengan kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang terjangkau.

Meskipun pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan, keterbatasan anggaran memaksa mereka untuk membuat prioritas yang sulit.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan meliputi peningkatan dana beasiswa, kerjasama dengan sektor swasta untuk mendukung pembiayaan pendidikan, dan reformasi persyaratan pekerjaan agar lebih fleksibel.

Diharapkan dengan langkah-langkah ini, beban mahasiswa bisa dikurangi dan akses ke pendidikan tinggi menjadi lebih merata.

Berita Terbaru

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Nasional1 jam lalu
TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

Nasional2 jam lalu
FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

Lifestyle3 jam lalu
Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Olahraga3 jam lalu
5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

Lifestyle4 jam lalu
Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang4 jam lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional5 jam lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional5 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang6 jam lalu