Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BPJPH Buka Suara Soal Viral Nama Produk Tuak, Bir Hingga Wine Dapat Sertifikat Halal

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|14:02 WIB
Bagikan:
BPJPH Buka Suara Soal Viral Nama Produk Tuak, Bir Hingga Wine Dapat Sertifikat Halal
BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) (Foto: laman Kemenag)

PASUNDAN EKSPRES - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama buka suara soal viralnya produk dengan nama "tuyul", "tuak", "beer", dan "wine" yang mendapat sertifikat halal.

Baru-baru ini, beredar video dari masyarakat yang menginformasikan temuan adanya produk pangan dengan nama tuyul, tuak, beer, serta wine yang mendapat sertifikat halal BPJPH.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mamat Salamet Burhanudin mengatakan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan penamaan produk, bukanlah soal kehalalan produknya.

"Pertama harus kami jelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan penamaan produk, dan bukan soal kehalalan produknya. Artinya masyarakat tidak perlu ragu bahwa produk yang telah bersertifikat halal terjamin kehalalannya. Karena telah melalui proses sertifikasi halal dan mendapatkan ketetapan halal dari Komisi Fatwa MUI atau Komite Fatwa Produk Halal sesuai mekanisme yang berlaku," ucap Mamat di Jakarta, dilansir dari laman Kemenag, Rabu (2/10).

BACA JUGA:Kemenag Terbitkan KMA, Ini Bahan yang Dikecualikan dari Kewajiban Bersertifikat Halal

Mamat menjelaskan penamaan produk halal sebetulnya telah diatur oleh regulasi melalui SNI 99004:2021 tentang persyaratan umum pangan halal serta Fatwa MUI Nomor 44 tahun 2020 tentang Penggunaan Nama, Bentuk dan Kemasan Produk yang Tidak Dapat Disertifikasi Halal.

Peraturan tersebut menegaskan bahwa pelaku usaha tidak dapat mengajukan pendaftaran sertifikasi halal terhadap produk dengan nama produk yang bertentangan dengan syariat Islam atau bertentangan dengan etika dan kepatutan yang berlaku dan berkembang di masyarakat.

"Pada kenyataannya masih ada nama-nama produk tersebut mendapatkan sertifikat halal, baik yang ketetapan halalnya dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI maupun Komite Fatwa Produk Halal. Hal ini terjadi karena masing-masing memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait penamaan produk. Hal ini dibuktikan dengan data kami di Sihalal," jelasnya.

Lebih lanjut, Mamat mencontohkan produk dengan nama menggunakan kata "wine" yang sertifikat halalnya diterbitkan berdasarkan ketetapan halal dari Komisi Fatwa MUI berjumlah 61 produk, dan 53 produk sertifikat halalnya diterbitkan berdasarkan penetapan halal dari Komite Fatwa.

BACA JUGA:Roti Okko Terbukti Mengandung Bahan Pengawet Kosmetik, BPJPH Kemenag Cabut Sertifikat Halal

Contoh yang lain, produk dengan nama menggunakan kata "beer" yang sertifikat halalnya diterbitkan berdasarkan ketetapan halal dari Komisi Fatwa MUI berjumlah 8 produk. Dan 14 produk sertifikat halalnya diterbitkan berdasarkan penetapan halal dari Komite Fatwa.

"Perlu kami sampaikan juga untuk produk-produk dengan nama menggunakan kedua kata tersebut yang ketetapan halalnya dari Komisi Fatwa MUI adalah produk yang telah melalui pemeriksaan dan/atau pengujian oleh LPH, dengan jumlah terbanyak berasal dari LPH LPPOM sebanyak 32 produk. Selebihnya berasal dari lembaga yang lain," imbuh Mamat.

Mamat memaparkan data tersebut mencerminkan fakta adanya perbedaan pendapat di antara ulama mengenai penamaan produk dalam proses sertifikasi halal.

Perbedaan itupun sebatas soal diperbolehkan atau tidaknya penggunaan nama-nama itu saja, tetapi tidak terkait dengan aspek kehalalan zat dan prosesnya yang memang telah dipastikan halal.

Sementara itu, menurut Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH, Dzikro, masih dalam ruang lingkup proses penyelenggaraan layanan sertifikasi halal yang berdasarkan perintah Undang-undang pelaksanaannya dilakukan oleh ekosistem layanan yang luas dan melibatkan banyak aktor.

BACA JUGA:BPJPH Tegaskan Sertifikasi Halal untuk Jasa Pendistribusian Sesuai Regulasi JPH, Berikut Daftar Lengkapnya!

Oleh karena itu, BPJPH mengajak semua pihak untuk duduk bersama, berdiskusi dan menyamakan persepsi, agar tidak timbul kegaduhan di tengah masyarakat terkait nama-nama produk sehingga masyarakat tidak ragu untuk mengonsumsi produk-produk bersertifikat halal karena telah terjamin kehalalannya.

BPJPH juga mengimbau dan mengingatkan kembali seluruh pihak tentang kewajiban sertifikasi halal tahap pertama yang akan berlaku setelah 17 Oktober 2024, khususnya untuk produk makanan dan minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan.

"Alangkah baiknya, saat ini energi seluruh stakeholder Jaminan Produk Halal bersama masyarakat dan pelaku usaha digunakan untuk menyukseskan kewajiban sertifikat halal yang sudah semakin dekat," tandasnya. (inm)

Berita Terbaru

Kekeringan, Warga Cipeuteuy Purwakarta Andalkan Sumber Mata Air

Kekeringan, Warga Cipeuteuy Purwakarta Andalkan Sumber Mata Air

Purwakarta7 menit lalu
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Permohonan Diskualifikasi Ditolak

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Permohonan Diskualifikasi Ditolak

Nasional10 menit lalu
Warga Purwakarta Desak Pembangunan Jembatan Layang di Perlintasan Kereta Api

Warga Purwakarta Desak Pembangunan Jembatan Layang di Perlintasan Kereta Api

Headline11 menit lalu
Antisipasi Musim Hujan, Petani di Purwakarta Diminta Perbaiki Saluran Irigasi

Antisipasi Musim Hujan, Petani di Purwakarta Diminta Perbaiki Saluran Irigasi

Purwakarta13 menit lalu
ADVERTISEMENT
Anak-anak di Purwakarta Dikenalkan Iket Sunda

Anak-anak di Purwakarta Dikenalkan Iket Sunda

Purwakarta19 menit lalu
Kepala Kemenag Subang Tekankan KUA Jadi Ujung Tombak Pelayanan dan Teladan di Masyarakat

Kepala Kemenag Subang Tekankan KUA Jadi Ujung Tombak Pelayanan dan Teladan di Masyarakat

Subang23 menit lalu
Lima Calon Kades Padaasih Kantongi Nomor Urut, Aparatur Desa Diminta Netral

Lima Calon Kades Padaasih Kantongi Nomor Urut, Aparatur Desa Diminta Netral

Subang26 menit lalu
Pilkades Wantilan Masuk Tahap Pencalonan, Persiapan Menuju Pemungutan Suara Terus Dikebut

Pilkades Wantilan Masuk Tahap Pencalonan, Persiapan Menuju Pemungutan Suara Terus Dikebut

Subang26 menit lalu
Diiringi Ribuan Warga, Endang Setiawan Dapat Nomor Urut 2 Pilkades Sagalaherang Kidul

Diiringi Ribuan Warga, Endang Setiawan Dapat Nomor Urut 2 Pilkades Sagalaherang Kidul

Headline31 menit lalu
Becak Listrik Berpeluang Jadi Ikon Wisata Baru Subang

Becak Listrik Berpeluang Jadi Ikon Wisata Baru Subang

Subang46 menit lalu